Sabtu, 02 Juni 2018

Mempelajari tentang security sistem komputer

Mempelajari tentang security sistem komputer


Saat ini sistem komputer yang terpasang makin mudah diakses, sistem time-sharing dana akses jarak jauh menyebabkan kelemahan komuniksai data menjadi pokok masalah keamanan. Terlebih dengan meningkatnya perkembangan jaringan komputer. Kecenderungan lain saat ini adalah memberi tanggungjawab pengelolaan aktivitas pribadi dan bisnis ke komputer, seperti :
·         Sistem transfer dana elektronis (electronic fund transfer system) melewatkan uang sebagai aliran bit.
·         Sistem kendali lalu-lintas udara (air trafic control system) melakukan banyak kerja yang sebelumnya ditangani pengendali manusia.
·         Unit rawat intensif di rumah sakit sudah sangat terkomputerisasi.
Implementasi pengamanan sangat penting untuk menjamin sistem tidak diinterupsi dan diganggu. Proteksi dan pengamanan terhadap perangkat keras dan system operasi sama  pentingnya. Sistem operasi hanya satu bagian kecil dari seluruh perangkat lunak di suatu sistem. Keamanan sistem operasi merupakan bagian masalah keamanan sistem computer secara total. Pengamanan sistem operasi berarti kecil jika setiap orang dapat melenggang di ruang sistem komputer. Pengamanan secara fisik dengan membatasi pengaksesan fisik secara langsung dengan fasilitas sistem computer harus dilakukan juga.
1.1              keamanan sistem komputer
Keamanan sistem komputer adalah untuk menjamin sumber daya tidak digunakan atau dimodifikasi orang tak terotorisasi. Pengamanan termasuk masalah teknis, manajerial, legalitas dan politis.
Keamanan sistem terbagi menjadi tiga, yaitu :
1)      Keamanan eksternal (external security).
Berkaitan dengan pengamanan fasilitas komputer dari penyusup (hacker) dan bencana seperti kebakaran dan kebanjiran.
2)      Keamanan interface pemakai (user interface security).
Berkaitan dengan identifikasi pemakai sebelum pemakai diijinkan mengakses program dan data yang disimpan.
3)      Keamanan internal (internal security).
Berkaitan dengan pengamanan beragam kendali yang dibangun pada perangkat keras dan sistem operasi yang menjamin operasi yang handal dan tak terkorupsi untuk menjaga integritas program dan data. Istilah keamanan (security) dan proteksi (protection) sering digunakan secara bergantian. Untuk menghindari kesalahpahaman, istilah keamanan mengacu ke seluruh masalah keamanan da istilah mekanisme proteksi mengacu ke mekanisme sistem yang digunakan untuk memproteksi/melindungi informasi pada sistem komputer.
1.2              Masalah – masalah keamanan
Terdapat dua masalah penting, yaitu :
a. Kehilangan data (data loss).
Dapat disebabkan karena :
a)      Bencana.
·         Kebakaran.
·         Banjir.
·         Gempa bumi.
·         Perang.
·         Kerusuhan.
·         Binatang.
b) Kesalahan perangkat keras dan perangkat lunak.
·         Ketidakberfungsian pemroses.
·         Disk atau tape yang tidak terbaca.
·         Kesalahan telekomunikasi.
·         Kesalahan program (bugs).
c) Kesalahan/kelalaian manusia.
·         Kesalahan pemasukan data.
·         Memasang tape atau disk yang salah.
·         Eksekusi program yang salah.
·         Kehilangan disk atau tape. Kehilangan data dapat diatasi dengan mengelola beberapa backup dan backup ditempatkan jauh dari data yang online.
d) Penyusup (hacker).
Terdiri dari :
·         Penyusup pasif, yaitu yang membaca data yang tak diotorisasi.
·         Penyusup aktif, yaitu yang mengubah data yang tak diotorisasi.
Kateogri penyusupan :
·         lirikan mata pemakai non teknis. Pada sistem time-sharing, kerja pemakai dapat diamati orang sekelilingnya. Bila dengan lirikan itu dapat mengetahui apa yang diketik saat pengisian password, maka pemakai non teknis dapat mengakses fasilitas yang bukan haknya.
·          Penyadapan oleh orang dalam.
·         Usaha hacker dalam mencari uang.
1.3              Ancaman – ancaman keamanan
Sasaran pengamanan adalah menghindari, mencegah dan mengatasi ancaman terhadap sistem. Kebutuhan keamanan sistem komputer dikategorikan tiga aspek, yaitu :
1. Kerahasiaan (secrecy).
Adalah keterjaminan bahwa informasi disistem komputer hanya dapat diakses oleh pihak-pihak yang diotorisasi dan modifikasi tetap menjaga konsistensi dan keutuhan data di sistem.
2. Integritas (integrity).
Adalah keterjaminan bahwa sumber daya sistem komputer hanya dapat dimodifikasi oleh pihak-pihak yang diotorisasi.
3. Ketersediaan (availability).
Adalah keterjaminan bahwa susmber daya sistem komputer tersedia bagi pihak  pihak yang diotorisasi saat diperlukan.

Tipe-tipe ancaman terhadap keamanan sistem dapat dimodelkan dengan memandang fungsi sistem komputer sebagai penyedia informasi. Berdasarkan fungsi ini, ancaman terhadap sistem komputer dapat dikategorikan menjadi empat ancaman, yaitu :
1. Interupsi (interuption).
Sumber daya sistem komputer dihancurkan atau menjadi tak tersedia atau tak berguna. Interupsi merupakan ancaman terhadap ketersediaan. Contoh : penghancuran bagian perangkat keras, seperti harddisk, pemotongan kabel komunikasi.
2. Intersepsi (interception).
Pihak tak diotorisasi dapat mengakses sumber daya. Interupsi merupakan ancaman terhadap kerahasiaan. Pihak tak diotorisasi dapat berupa orang atau program komputer. Contoh : penyadapan untuk mengambil data rahasia, mengetahui file tanpa diotorisasi.
3. Modifikasi (modification).
Pihak tak diotorisasi tidak hanya mengakses tapi juga merusak sumber daya. Modifikasi merupakan ancaman terhadap integritas. Contoh : mengubah nilai-nilai file data, mengubah program sehingga bertindak secara berbeda, memodifikasi pesan-pesan yang ditransmisikan pada jaringan.
4. Fabrikasi (fabrication).
Pihak tak diotorisasi menyisipkan/memasukkan objek-objek palsu ke sistem. Fabrikasi merupakan ancaman terhadap integritas. Contoh : memasukkan pesan-pesan palsu ke jaringan, penambahan record ke file


Sumber :


Rabu, 11 April 2018

Mempelajari tentang ADSL , SDSL , Hotspot dan Wi-Fi

Mempelajari tentang ADSL , SDSL , Hotspot 

dan Wi-Fi


1)    ADSL
a)      Pengertian ADSL
Menurut telkom speedy , ADSL atau yang biasa disebut Asymmetric Digital subscriber Line adalah salah satu bentuk teknologi DSL atau Digital subscriber Line . ciri khas ADSL adalah sifatnya yang asimetrik yaitu data di transferkan dalam kecepatan yang berbeda dari satu sisi ke sisi yang lainnya . dengan asumsi sebagian pengguna internet akan lebih banyak mengunduh atau download data dari internet dibandingkan mengunggah atau upload data ke internet . oleh karena itu kecepatan upstream dan downstream yang tidak sama diistilahkan asymmetrik .

b)      Sejarah ADSL
ADSL merupakan salah satu dari beberapa jenis DSL . DSL itu sendiri merupakan teknologi akses internet menggunakan kabel tembaga sebagai medianya . DSL sering disebut juga sebagai teknologi suntikan atau injection technology yang membantu kabel telepon biasa dalam menghantarkan data dalam jumlah besar . ADSL memungkinkan untuk menerima data sampai kecepatan 1,5 hingga 9 Mbps(downstream) dan mengirim data pada kecepatan 16 hingga 640 Kbps (upstream) . ADSL di indonesia berkembang saat PT.Telkom memperkenalkan produk speedy kepada masyarakat indonesia

c)      Keuntungan ADSL
Berikut merupakan keuntungan dalam penggunaan teknologi ADSL
-        Dapat tetep bisa menggunakan telepon apabila sedang terhubung dengan internet
-        Kecepatan jauh lebih tinggi dari modem biasa
-        Tidak perlu kabel telepon baru , ADSL memungkinkan kabel telepon yang ada sehingga dapat meningkatkan efisiensi
-        Pembagian frekuensi menjadi dua yaitu frekuensi tinggi untuk menghantarkan data , sementara frekuensi rendah untuk menghantarkan suara dan fax
d)     Kerugian ADSL
Berikut merupakan kerugian dalam penggunaan teknologi ADSL
-        Kabel tembaga yang sudah tua dapat menurunkan kualitas sambungan dan menurunkan kecepatan di karenakan hambatan yang tinggi
-        Air dapat mengganggu kualitas kabel apabila air tersebut terserap ke dalam dan rumah kabel apabila terendam banjir akan menurunkan kualitas sambungan ADSL
-        Jasa ADSL tidak tersedia diwilayah yang tidak ada jaringan kabel teleponnya


2)    SDSL

a)      Pengertian SDSL.
Layanan SDSL, Symmetric Digital Subscriber Line adalah layanan akses Internet kecepatan tinggi dengan pencocokan upstream dan downstream kecepatan data. Artinya, data dapat dikirim ke Internet dari mesin klien atau diterima dari Internet dengan ketersediaan bandwidth yang sama di kedua arah. Dari fitur ini kita bisa tahu bahwa layanan ini sangat baik dari segi kecepatan.
b)      Cara kerja SDSL.
layanan DSL adalah asimetris (ADSL), dengan sebagian besar bandwidth yang disediakan untuk menerima data, tidak mengirimnya. Layanan SDSL biasanya digunakan oleh perusahaan dengan kehadiran kebutuhan Web, VPN, extranet atau intranet. Dalam kasus ini client server mungkin diperlukan untuk meng-upload sejumlah besar data ke Internet secara teratur. ADSL akan lambat dan tidak memadai untuk tujuan ini, karena bandwidth yang tersedia untuk upload biasanya kurang dari 1 megabit per detik (mbps). Bandwidth yang SDSL bisa setinggi 7 mbps di kedua arah.
Sebuah penawaran penyedia layanan SDSL menawarkan nilai yang berbeda untuk berbagai harga. Semakin cepat laju data, semakin mahal harga layanannya. Biasanya, kontrak jangka panjang yang diperlukan untuk layanan SDSL terlepas dari kelas

c)      Kekurangan SDSL.
Berikut adalah beberapa point kekurangan dari penggunaan SDSL :
-        Jika tidak menggunakan sistem anti petir (grounding) yang baik maka akan boros modem (terkena     petir terus).
-        Kabel diputus orang lain.
-        Modemnya lebih mahal dari modem ADSL.
-         Hanya dapat digunakan pada saluran sepanjang 10 kft.

d)     Kelebihan SDSL.
-        Bandwidth yang disalurkan simetrik dalam arti kecepatan upload dan download sama       sesuai paket layanan yang pelanggan pilih sebelumnya.
-        Delay rendah.
-        Tidak bergantung dan tidak mengganggu pada saluran telepon yang ada.
-        Sistem point to point antara ISP dengan Pelanggan, sehingga secara                     teknis bandwidth tidak   terbagi (ini juga tergantung kebijakan dari ISPnya)

3)    Hotspot
a)      Pengertian Hotspot
HotSpot adalah definisi untuk daerah yang dilayani oleh satu Access Point Wireless LAN standar  dimana pengguna (user) dapat masuk ke dalam Access Point secara bebas dan mobile menggunakan perangkat sejenis notebook, PDA atau lainnya. Beberapa komponen dalam hotspot adalah:
-        Station yang mobile
-        Access point
-         Switch, Router, Network Access Controller
-        Web Server atau server yang lain
-        Koneksi Internet kecepatan tinggi
-         Internet Service Provider
-        Wireless ISP

Hal yang perlu diperhatikan dalam membangun sebuah kawasan wireless area adalah konfigurasi serta persyaratan apa yang harus dipenuhi serta untuk siapa wireless area diperuntukan. Beberapa hal tersebut adalah ukuran lokasi cakupan, jumlah perkiraan user yang simultan, dan tipe pengguna wireless sasaran.
1)      Ukuran lukasi cakupan : Ukuran ini menjadi pertimbangan awal yang sangat menentukan dalam membangun area wireless hotspot. Dengan menentukan area cakupan, akan dapat dipilih peralatan access point (AP) mana yng dapat melayani.beberapa AP diperlukan untuk menyediakan area cakupan yang lebih luas.

2)       Jumlah pengguna : dalam melakukan layout hotspot, jumlah user dapat digunakan untuk menentukan serta memperkirakan kepadatan pengguna pada kawasan tersebut. Kepadatan ini dapat diukur dari jumlah pengguna per kawasan. Disamping jumlah pengguna, hal yang lebih penting adalah pola pengguna sasaran yang dituju, sehingga akan dapat ditentukan pula target minimum bandwith per user yang aktif.

3)      Model Penggunaan : faktor ketiga adalah tipe aplikasi apa yang digunakan oleh user yang akan tersambung di hotspot tersebut. Model pada aplikasi kampus akan berbeda aplikasinya dibanding dengan di hotel, atau di kafe-kafe yang menyediakan hotspot. Kebutuhan apa yang dapat digunakan sebagai standar minimal bandwith yang dibutuhkan untuk menyediakan ketersediaan resource bandwith, adalah faktor utama dalam menentukan kapasitas minimal bandwith Internet yang akan digunakan.


b)      Fungsi dan Fitur Hotspot
Fitur penting dan fungsionalitas dari pembangunan hotspot yang diperlukan:
1)      Melakukan akses ke wireles link
a)      Menyediakan mobile station dengan informasi jaringan wireless
b)      Membuat association dengan mobile station
c)      Melakukan akses ke jaringan lokal
d)     Melakukan disassociation dengan mobile station
e)      Menyediakan layanan transfer data paket
2)      Menetapkan sebuah hotspot
a)      Melakukan page redirection
b)      Autentikasi mobile station
c)      Autorisasi user
3)      Manajemen pada layer 3 (IP)
a)      Menyediakan alamat IP pada peralatan mobile
b)      Translasi dari alamat privat menjadi publik jika diperlukan
c)      Menyediakan Domain Name System (DNS)
d)     Menyediakan informasi gateway

4)    Wi-Fi
a)      Pengertian
menurut priambodo dan heriadi (2005) , komunikasi tanpa kabel / nirkabel (wireless) telah menjadi kebutuhan dasar atau gaya hidup baru masyarakat informasi . LAN nirkabel yang lebih dikenal dengan jaringan Wi-Fi menjadi teknologi alternatif dan relatif lebih mudah untuk di implementasikan di lingkungan kerja seperti laboratorium komputer dan sebagainya . instalasi perangkat jaringan Wi-Fi lebih fleksibel karena tidak membutuhkan penghubung kabel antar komputer . komputer dengan Wi-Fi device dapat saling terhubung yang hanya membutuhkan ruang atau space dengan syarat jarak jangkauan dibatasi kekuatan pancaran sinyal radio dari masing-masing komputer

b)      Tipe jaringan Wi-FI
Terdapat 2 tipe jaringan yang umum di gunakan yaitu :
1)      Jaringan peer to peer
2)      Jaringan server based

c)      Komponen utama jaringan Wi-Fi
Terdapat 4 komponen utama untuk  membangun jaringan Wi-Fi
1)      Acess point
2)      Wireless-LAN device
3)      Mobile/desktop PC
4)      Enthernet LAN

d)     Keamanan jaringan Wi-Fi

Pancaran sinyal yang di transmisikan pada jaringan Wi-Fi menggunakan frekuensi secara bebeas sehingga dapat di tangkap oleh komputer lain sesama user Wi-Fi . untuk mencegah user yang tidak berhak masuk kedalam jaringan , ditambahkan system pengaman , misalnya WEP (Wired Equivalent Privacy) jadi user tertentu yang telah memiliki otoritasi saja yang dapat menggunakan sumber daya Wi-Fi

Referensi :